Bukan Traveling Biasa


Pengalaman menjadi relawan, adalah pengalaman yang luar biasa. Apalagi di usia ketika energi kita sedang maksimal dan kesehatan juga prima.

Saat itu, di area Bandung dan sekitarnya memang rawan dengan bencana banjir dan tanah longsor. Inilah yang menjadi target kegiatan para relawan Barikade di Yayasan Percikan Iman.
Saya, yang sejak awal terbentuknya Barikade banyak memegang peranan sebagai tim kesehatan, memang bertugas memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis.

Ada beberapa lokasi yang pernah kami datangi, seperti, Bale Endah, Cililin, Arjasari, Cimahi dan lain-lain.

Bukan hanya daerah bencana, tapi daerah yang rawan pemurtadan agama juga kami jadikan desa binaan. Sedikitnya sekali dalam sebulan kami akan datang ke desa-desa tersebut untuk melakukan pembinaan ruhiyah, pembagian pakaian dan barang layak pakai, pembinaan ekonomi dan pelayanan kesehatan.

Bagaimana dengan pencarian jodoh?

Entah, saat itu mencari jodoh sepertinya bukan lagi menjadi prioritas saya. Saya jatuh cinta dengan kegiatan ini. Di sini saya bertemu dengan teman-teman yang luar biasa, sambil juga masih sibuk menyelesaikan program ko-ass di Rumah Sakit.

Seringkali saya tidak pulang, karena sehabis jaga malam di rumah sakit, saya lanjut berkegiatan di base camp kegiatan.

Perjalanan menjadi relawan ini bukanlah traveling biasa. Kami tidak perlu memesan tiket perjalanan atau penginapan. Karena ada saja akomodasi yang disediakan oleh para donatur dan masyarakat setempat yang menerima kehadiran kami.

Pernah, kami juga harus berjalan berkilo-kilo meter jauhya sambil membawa paket sembako di punggung. Tak ada lelah, semuanya dilakukan penuh kegembiraan. Bekal dari ayat-ayat Surah Al Anfal seakan menjadi penyemangat utama kami.

Indahnya perjalanan ini, menjadi sebuah catatan sejarah dalam perjalanan cinta saya dan suami. Karena dari organisasi ini kami berasal, yang tanpa sengaja dipertemukan di akhir-akhir masa kuliah kami. Ini akan saya ceritakan dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Pertemuan yang bukan disengaja ingin bertemu. Namun hadir karena saya melihat ada sesuatu yang lebih dari sosoknya. Sosok pejuang, pemimpin, cerdas dan shalih. Apalagi yang dicari, bukan?

2 comments

  1. Syukak banget sama runut ceritanya
    Aku baca mulai dari "Catatan" lho
    Ikut deg-degan,
    Berasa cerbung euy, hihihi

    Ditunggu lanjutan virus merah jambu-nya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah membaca, mbak Anna. Tulisan-tulisan curhat, napak tilas sejarah hati. hahaha.

      Delete

Please leave your comment so I know you were here. Thank you for reading.