Abaikan Saja Cinta Semacam Itu



Adakah cinta yang bisa diabaikan? Pada dasarnya, cinta adalah hal yang baik. Yang salah adalah ketika para pecinta ini menempatkan perasaannya di kondisi dan waktu yang salah, dan menerjemahkannya dalam bentuk yang salah.

Bukan yang Allah ridhai.

Yang keluar dari fitrah manusia.

Tempat Penuh Kenangan di Bandung



Bandung, selama perjalanan saya mengunjungi beberapa tempat, adalah kota yang belum bisa membuat saya pindah ke lain hati. Bukan hanya karena kota ini adalah tempat saya dilahirkan, tapi juga membawa banyak kenangan dan meninggalkan banyak sudut favorit. Terutama kenangan-kenangan besar yang saya tuliskan dalam blog ini.

Saya memang lahir di kota ini, tapi baru menetap dalam waktu cukup lama sejak mulai kuliah hingga setahun pasca menikah. Setelahnya, saya malah bertugas dan ikut suami ke banyak tempat yang berbeda hingga sekarang.

Bukan Traveling Biasa


Pengalaman menjadi relawan, adalah pengalaman yang luar biasa. Apalagi di usia ketika energi kita sedang maksimal dan kesehatan juga prima.

Saat itu, di area Bandung dan sekitarnya memang rawan dengan bencana banjir dan tanah longsor. Inilah yang menjadi target kegiatan para relawan Barikade di Yayasan Percikan Iman.
Saya, yang sejak awal terbentuknya Barikade banyak memegang peranan sebagai tim kesehatan, memang bertugas memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis.

Cinta Yang Patut Dirayakan


Siapa yang nggak terperangkap dengan virus-virus merah jambu? Saya rasa semua pernah mengalaminya di masa-masa mudanya dulu. Hadirnya ketertarikan dengan lawan jenis adalah fitrah, namun bagaimana kemudian memenej-nya, semua kembali pada kita.

Urusan hati memang harus dikendalikan dengan seksama. Kita akan jatuh dan bangun, jatuh lagi dan bangun.

Perjalanan Berjuang



Saya bersyukur dipertemukan dengan komunitas ini. Sekumpulan anak muda, mayoritasnya mahasiswa, yang mempunyai ghirah tinggi untuk melakukan kebaikan. Kerennya, Yayasan Percikan Iman mewadahinya dengan luar biasa. Di tempat ini, saya berproses dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pencarian Cinta Dimulai



Setiap manusia akan mencari muara cinta, hingga ke ujungnya. Untuk menuju titik akhir, manusia akan bertemu dengan beragam hal, sejumlah manusia lain dan banyak kisah. Di antara beberapa pertemuan itu, ada cinta yang tertambat. Ada yang sedikit, ada yang banyak. Ada yang mengambil porsi besar dari catatan perjalanannya, atau hanya sambil lalu. Tertambat lalu menghilang. 

Kisah perjalanan menemukan muaranya cinta ini tentu beragam pula lamanya. Bagaimana dengan saya? 

Ilmu Itu Penting



Peristiwa demi peristiwa menghadirkan banyak hikmah. Meski saya baru menangkapnya bertahun kemudian. Luka juga membuat kita berpikir. Tanpa luka, kita akan terlena melakukan kesalahan yang berulang-ulang, tanpa sempat ada ruang untuk melakukan refleksi.

Alhamdulillah Allah memberi saya luka.

Ta'aruf Yang Bagaimana?


Jujur, saya belum banyak paham proses ta'aruf yang sesuai syar'i itu bagaimana. Selama ini, dari buku-buku yang saya baca, rasanya kok belum nempel ya. Dan mungkin juga saya udah keburu Ge-eR ada yang ngajak ta'aruf, jadi agak kurang aware dengan teknisnya. Juga kurang peduli dengan urusan "Gue demen atau nggak sih sama ni orang".

Belajar Ta'aruf




Gue mau nikah.

Kalimat ini saya ucapkan dalam hati aja. Soalnya saya nggak yakin orang tua juga bakal mengizinkan. Saat itu saya masih kuliah, ko-ass tepatnya. Usia sudah mulai mendekati seperempat abad, memang di atas rata-rata usia mahasiswa yang biasa sudah lulus di umur 22-23 tahun. 

Sebuah Catatan




Catatan ini, bukanlah tentang kamu. Juga bukan tentang aku. Tapi tentang sebuah perjalanan yang dialami oleh jutaan orang di luar sana. Kisahnya mungkin sama dan terasa biasa saja. Karena memang itulah kisah kita. Tak terlalu banyak dinamika. Karena Allah ternyata memudahkan setiap langkahnya. Kendatipun kita menemukan kesulitan, ternyata tak terlalu lama hingga Allah juga yang memberikan jawaban.