bear


Petualangan Itu Bernama Motherhood



“Mi, I think you are the craziest mum I know.”
“I wonder, if other mum ever done that kind of thing like what you did, Mi. It’s silly.”

Semacam itulah komentar anak-anak saya, yang sekarang usianya 15 dan 11 tahun. Mereka sering geleng-geleng kepala lihat kelakuan saya. Dorong-dorongan, tickle fight, jojogetan nggak jelas, nyanyi dengan suara asal. Kadang mereka bilang, “If your friend knew you were this silly, what would they say?”

Hikayat Mimpi




 “Bayinya laki-laki, sehat, Bu. Alhamdulillah, nangisnya juga kenceng.” Dokter kandungan yang membantu persalinan, sudah menyerahkan bayi saya ke perawat untuk dibersihkan, usai Inisiasi Menyusui Dini (IMD). “Lanjut ke perjuangan kedua ya Bu, kita ngeluarin plasentanya.”

Entahlah, semua perkataan dokter terdengar samar di telinga saya. Perasaan yang campur aduk antara bahagia, rasa sakit yang masih terasa dan kelelahan luar biasa. Sehingga membuat saya pasrah. Do anything you need to do, Doc.
Perut saya agak ditekan oleh perawat. Sakit. Lalu dokter berkata lagi, “Plasentanya rapuh, ibu harus saya currete.”

Pesan di Waktu Malam


Suatu malam, ketika saya baru saja pulang dari klinik, sebuah SMS masuk. Jangan membayangkan kondisi ponsel yang penuh warna ya, saat itu layar hp masih monokrom dengan ring tone juga masih monofonik. 

Perasaan saya biasa aja ketika melihat nama pengirimnya. Dia adalah ketua Barikade, barisan relawan tempat saya beraktivitas. Sudah biasa dia mengirimkan saya SMS, yang isinya seputar agenda rapat atau konsolidasi kegiatan.

Tapi begitu membuka isinya, saya kaget. Lho, kok gini? Ini tidak salah alamat?

Abaikan Saja Cinta Semacam Itu



Adakah cinta yang bisa diabaikan? Pada dasarnya, cinta adalah hal yang baik. Yang salah adalah ketika para pecinta ini menempatkan perasaannya di kondisi dan waktu yang salah, dan menerjemahkannya dalam bentuk yang salah.

Bukan yang Allah ridhai.

Yang keluar dari fitrah manusia.

Tempat Penuh Kenangan di Bandung



Bandung, selama perjalanan saya mengunjungi beberapa tempat, adalah kota yang belum bisa membuat saya pindah ke lain hati. Bukan hanya karena kota ini adalah tempat saya dilahirkan, tapi juga membawa banyak kenangan dan meninggalkan banyak sudut favorit. Terutama kenangan-kenangan besar yang saya tuliskan dalam blog ini.

Saya memang lahir di kota ini, tapi baru menetap dalam waktu cukup lama sejak mulai kuliah hingga setahun pasca menikah. Setelahnya, saya malah bertugas dan ikut suami ke banyak tempat yang berbeda hingga sekarang.

Bukan Traveling Biasa


Pengalaman menjadi relawan, adalah pengalaman yang luar biasa. Apalagi di usia ketika energi kita sedang maksimal dan kesehatan juga prima.

Saat itu, di area Bandung dan sekitarnya memang rawan dengan bencana banjir dan tanah longsor. Inilah yang menjadi target kegiatan para relawan Barikade di Yayasan Percikan Iman.
Saya, yang sejak awal terbentuknya Barikade banyak memegang peranan sebagai tim kesehatan, memang bertugas memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis.

Cinta Yang Patut Dirayakan


Siapa yang nggak terperangkap dengan virus-virus merah jambu? Saya rasa semua pernah mengalaminya di masa-masa mudanya dulu. Hadirnya ketertarikan dengan lawan jenis adalah fitrah, namun bagaimana kemudian memenej-nya, semua kembali pada kita.

Urusan hati memang harus dikendalikan dengan seksama. Kita akan jatuh dan bangun, jatuh lagi dan bangun.

Perjalanan Berjuang



Saya bersyukur dipertemukan dengan komunitas ini. Sekumpulan anak muda, mayoritasnya mahasiswa, yang mempunyai ghirah tinggi untuk melakukan kebaikan. Kerennya, Yayasan Percikan Iman mewadahinya dengan luar biasa. Di tempat ini, saya berproses dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pencarian Cinta Dimulai



Setiap manusia akan mencari muara cinta, hingga ke ujungnya. Untuk menuju titik akhir, manusia akan bertemu dengan beragam hal, sejumlah manusia lain dan banyak kisah. Di antara beberapa pertemuan itu, ada cinta yang tertambat. Ada yang sedikit, ada yang banyak. Ada yang mengambil porsi besar dari catatan perjalanannya, atau hanya sambil lalu. Tertambat lalu menghilang. 

Kisah perjalanan menemukan muaranya cinta ini tentu beragam pula lamanya. Bagaimana dengan saya?