Cinta Yang Patut Dirayakan


Siapa yang nggak terperangkap dengan virus-virus merah jambu? Saya rasa semua pernah mengalaminya di masa-masa mudanya dulu. Hadirnya ketertarikan dengan lawan jenis adalah fitrah, namun bagaimana kemudian memenej-nya, semua kembali pada kita.

Urusan hati memang harus dikendalikan dengan seksama. Kita akan jatuh dan bangun, jatuh lagi dan bangun.

Kita tidak selalu bertemu dengan orang yang tepat, begitu pertama kali kita merasakan virus itu hadir. Seringkali kita dipertemukan dengan orang yang belum tepat, untuk memberikan pelajaran. Untuk menambahkan bekal dan pemahaman. Untuk menggali hikmah, untuk apa sebenarnya cinta itu hadir. Dan kepada siapa sebaiknya kita meletakkan akhir perasaan itu.

Teori nggak semudah apa yang saya ucapkan ini. Karena dalam perjalanannya, saya juga jatuh bangun. Ada bahagia, ada kecewa. Ada rindu, ada lega.

Sebelum saya menemukan muara hati yang terakhir, saya menemukan banyak catatan. Orang datang silih berganti mengunjungi bilik hati kita. Ada yang menunjukkannya dengan jelas, ada yang menggambarkannya dengan sembunyi-sembunyi, ada juga yang takut menerima kalau rasa itu pernah ada.

Namun pada akhirnya, Allah jugalah yang menunjukkan bagi siapa yang memang dijodohkan untuk kita. Dengan caranya yang penuh rahasia. Tanpa kita duga. Di luar batas logika.

Momen itulah yang kemudian menjadi kenangan terindah buat saya. Karena tanpa saya duga, cinta sesungguhnya hadir tanpa kerumitan yang luar biasa. Semua datang begitu mudah, easy dan sederhana. Tanpa drama atau konflik ala telenovela.

Bagaimana mulainya?

Begitu kau sandarkan cinta itu hanya pada-Nya, maka Allah akan mengirim utusanNya untuk membalas cinta itu sesuai naluri manusia kita. Untuk menunjukkan bahwa balasan cinta Allah benar adanya.

Dan yakinlah, Allah tidak akan mengirimkan orang yang salah. Meskipun di perjalanannya cinta itu terkaburkan oleh sedikit taburan garam dan merica, manisnya akan tetap ada. Tak lekang selama kita menyandarkannya pada cinta Sang Maha Pencipta.

Disinilah semua bermula. Kisah yang senyata-nyatanya. Tidak seromantis kisah Cinderella. Sebuah cerita yang belum ada akhirnya hingga saat ini. Yang entah kapan ujungnya, hanya Allah yang tahu.
Cinta yang tak selalu terucapkan. Namun hadirnya selalu ada, kita bawa kemanapun kita melangkah. Melindungi kita dari sisi-sisi gelap manusia. Yang kita tertidur membawanya, dan terbangun dengan kehadirannya.

Maka, terus rayakalah cinta, jika engkau sudah memilikinya...

No comments

Please leave your comment so I know you were here. Thank you for reading.